Direktorat Siber Obat dan Makanan Hadiri Meetup AFDI, Perkuat Kolaborasi dan Mutu Forensik Digital

01-10-2026 Umum Dilihat 62 kali

 

Bogor – BPOM melalui Direktorat Siber Obat dan Makanan menghadiri kegiatan Meetup Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI) dengan tema “Beyond the Writeup: Membedah Proses, Berbagi Perspektif”. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, perspektif, dan pengetahuan bagi para praktisi forensik digital dalam mendukung pelaksanaan tugas yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Kegiatan dibuka oleh Ketua AFDI, Izazi Mubarok, SST, Msc, yang menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas partisipasi dalam pelaksanaan uji profisiensi. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pelaksanaan uji profisiensi membutuhkan komitmen dan kesediaan peserta untuk meluangkan waktu di tengah pelaksanaan tugas masing-masing. Uji profisiensi menjadi salah satu sarana untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelaksanaan pemeriksaan forensik digital.  

Mengangkat tema “Beyond the Writeup”, kegiatan membahas proses yang berada di balik penyusunan laporan hasil pemeriksaan forensik digital. Pembahasan tidak hanya berfokus pada hasil akhir atau writeup, tetapi juga pada proses pemeriksaan, metode yang digunakan, serta perspektif dalam menghasilkan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut sejalan dengan prinsip bahwa bukti digital dapat berbicara, namun mutu pekerjaanlah yang membuatnya dapat dipercaya. 

Kegiatan juga diisi dengan keynote speech oleh Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol. A. Rachmad Wibowo, S.I.K, serta sesi diskusi AFDI yang membahas pentingnya pelaksanaan uji profisiensi secara berkala dan penguatan peran audit internal dalam mendukung pemeliharaan mutu laboratorium forensik digital. Diskusi menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertukar pengalaman mengenai penerapan proses dan pengendalian mutu dalam pelaksanaan pemeriksaan forensik digital. 

Bagi Direktorat Siber Obat dan Makanan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan dan jejaring profesional di bidang forensik digital. Dengan mandat dan ruang lingkup tanggung jawab yang berbeda, praktisi forensik digital memiliki tujuan yang sama, yaitu menghasilkan pemeriksaan dan laporan yang akurat, objektif, dapat dipercaya, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum. 

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat uji profisiensi kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan. Laboratorium Forensik Digital meraih kriteria hasil kerja “sangat baik” pada pelaksanaan Uji Profisiensi yang diselenggarakan oleh AFDI bekerjasama dengan BSSN. 

Sarana